13 April 2011

My Confession - Ku Jatuh Cinta Lagi



Sudah Lama rasanya tidak mampir dan berbagi cerita di blog ini, entah karena keSOKsibukan yang semakin menjadi-jadi atau karena aktifitas blogging semakin terusik dengan kemudahan berbagi melalui aneka jejaring sosial yang kini bahkan dapat diakses melaui hape, ... entah kapan blogging bisa semudah itu  (Udah bisa sih, .. saya aja yg blom tahu caranya) hehehehe

Hari ini entah kenapa hasrat untuk menuliskan sesuatu muncul kembali, melalui catatan kecil ini saya ingin membuat sebuah pengakuan kecil yang cukup singkat, namun membutuhkan penjelasan yang panjang pada akhirnya. Sebuah pengakuan yang mohon jangan dinilai dari sudut pandang benar atau salah, karena segala sesuatu yang menyangkut perasaan tidak akan pernah bertemu dengan logika dan nalar.


Ok, .... This is it, .. My Confession !!!


Tak terasa empat tahun sudah saya berstatus “Tidak Single Lagi” ... semua nya berjalan indah( terlalu indah malah). Seorang istri yang baik dan cantik almost perfect lah kalo menurut saya. Serta dikarunia oleh Tuhan dengan  sepasang putra-putri yang lucu dan imut, serta kadang-kadang punya banyak (N)akal. A Perfect Life for An Unperfect Man ...
Entah mengapa, belakangan ini saya merasa ada yang aneh dengan perasan ini, sepertinya saya JATUH CINTA lagi dengan seseorang yang lebih baik ....

STOP, .... jangan buru-buru menghakimi saya dengan pernyataan yang tidak-tidak, biarkan saya bercerita dari sudut pandang saya, biarkan saya merangkai kata untuk menuangkan isi hati saya.

Dengan JATUH CINTA LAGI, saya tidak akan mengatakan bahwa saya telah memilih seorang Istri yang salah, ... TIDAK – SAMA SEKALI TIDAK ... saya telah memilih seorang wanita yang tepat. Tetapi salahkah saya jika ditengah perjalanan cinta kami saya menemukan seseorang yang lebih layak untuk dicintai ?

Saya telah memilih seorang Wanita yang lemah lembut dan pengertian, Namun akhirnya saya bertemu dengan seorang wanita yang lemah lembut dan pengertian namun juga MANDIRI;

Saya telah memilih seorang Wanita yang Cantik dan Manis, Namun akhirnya saya bertemu dengan seorang wanita yang Cantik dan Manis namun juga DEWASA dalam segala pemikiran dan Tindakannya;

Saya telah memilih seorang Wanita yang Mencintai Saya dengan sepenuh hati, Namun akhirnya saya bertemu dengan seorang wanita yang tidak hanya mencintai saya, namun juga mencintai dan menyayangi putra-putri saya;

Salahkah Saya Jika Saya Mencintai Wanita Itu ?

Dan Bagian Yang Paling Membahagiakan adalah Wanita itu adalah wanita yang telah selama ini ada disampingku, ... menjadi  seorang istri bagiku dan Bunda bagi putra-putri ku ...

My Dearest Wife, ... Dirimu telah berubah menjadi seorang yang lebih baik, ... untuk suami mu yang masih jauh dari sempurna !!!!

AND I LOVE U EVEN MORE

Baca Selengkapnya - My Confession - Ku Jatuh Cinta Lagi

17 Agustus 2010

Lailatul Qadr dan Albert Einstein

Bulan Ramadhan telah memasuki malam ke tujuh, ada yang spesial dengan malam-malam bernilai ganjil di bulan Ramadhan. Seperti janji Allah SWT, bahwa pada salah satu malam ganjil tersebut akan ada sebuah malam yang  mulia, dimana malaikat akan turun ke bumi dan memberikan doanya bagi oprang-orang yang mempersiapkan diri menyambut malam yang bernilai lebih dari seribu bulan. Sunggguh suatu malam yang istimewa, sebuah malam yang bernilai lebih dari seribu bulan.  Betapa besar kuasa Allah SWT yang telah menciptakan alam dengan segala keajaibannya. 

Kembali ke inti penting dari malam Lailatul Qadr, adalah “malam yang bernilai lebih dari seribu bulan”. Bagaimana itu bisa terjadi ?

Sesungguhnya itu adalah sebuah pertanyaan yang mustahil bisa terjawab dengan pemikiran manusia yang sangat terbatas. Yang dapat kita lakukan hanyalah percaya kepada kebesaran dan keagungan Allah SWT.
Namun,  konsep “Malam Seribu Bulan” sedikit banyak mengingatkan saya pada sebuah teori terkenal dari Albert Einstein mengenai relativitas waktu. Saya juga mungkin orang yang tepat untuk membahas teori tersebut, namun  kalo tidak salah saya pernah membaca sedikit ulasan mengenai teori tersebut yang mengatakan bahwa jika dua buah benda berupa (dalam hal ini diumpamakan adalah jam yang identik) bergerak secara konstan dengan kecepatan yang berbeda, maka jam yang bergerak dengan kecepatan lebih tinggi akan berdetik dengan irama yang lebih lambat dibandingkan dengan yang lain. Semakin cepat gerakan benda tersebut, maka efek “time dilation” yang dialami akan semakin besar. Jadi paling tidak teori ini dapat dijadikan sebuah bukti akan kebenaran dari “malam seribu bulan”. Bahwa sebuah malam yang waktunya dapat meregang menjadi 83 tahun lebih, adalah sesuatu yang mungkin terjadi, terlebih dengan kehendak Allah SWT.

Sesuai dengan konsep dari Albert Einstein tersebut, maka yang harus kita persiapkan demi memperoleh kesempatan menempuh “perjalanan waktu” tersebut adalah mempercepat ritme ibadah, mempersiapkan diri melalui sebuah malam istimewa, malam dimana waktu menjadi sebuah hal yang relatif, sebuah malam dimana waktu meregang dengan kekuasaaan Allah SWT. Semakin cepat dan berkualitas ritme ibadah yang kita lakukan dalam menyambut malam tersebut makan akan semakin luar biasa efek peregangan waktu yang akan kita rasakan.  Subhanallah ….

p.s. : analisis ini disusun oleh seorang jebolan IPS yang sering bolos waktu ada pelajaran Fisika, sehingga mohon dimaafkan kalo ada salah nya …. ^______^
Baca Selengkapnya - Lailatul Qadr dan Albert Einstein

19 April 2010

Pledoi Untuk DeJePe

Kubaca lagi headline pagi ini, ...... kembali berkisah tentang betapa bobroknya sistem dan “aparat” pajak yang ada di negeri ini. Setelah kisah sang manusia 28 miliar GT, sekarang muncul lagi sebuah megaskandal di surabaya yang katanya melibatkan aparat pajak dan merugikan negara hingga 300 miliar rupiah. Sebuah rentetan peristiwa yang sangat memilukan hati, ... bahkan sebuah media TV Nasional dalam tayangan editorial nya dengan jelas memberikan statement bahwa “Orang Pajak yang ke kantor naik motor, rumahnya biasa saja dan punya tabungan cuman puluhan juta. Maka kemungkinannya cuman dua, pertama dia itu pembohong atau gila”... sungguh sebuah pernyataan yang memiriskan hati.

Saya bukan ingin memberikan pernyataan yang menambah keruh situasi, atau berlagak sok bersih, tetapi mungkin lebih ingin memberikan gambaran yang lebih realistis dari kehidupan “orang pajak” dari sudut pandang yang lain. Saya mengenal banyak (sekali) orang pajak yang harus hidup dengan kondisi yang jauh dari apa yang diberitakan oleh media massa. Mungkin kisah hidup mereka dapat memberikan gambaran yang sedikit lebih realistis tentang apa sebenarnya yang dialami para pegawai pajak.

Mungkin saya mulai dengan kisah sepasang teman, yang keduanya sama-sama bekerja di direktorat jenderal pajak ! keduanya bertemu dan mengawali karir sebagai PNS di Direktorat Jenderal Pajak di sebuah kota di ujung utara pulau Sulawesi,  karir mempertemukan mereka di kota tersebut, menumbuhkan cinta diantara mereka dan akhirnya mereka pun menikah dalam suatu prosesi pernikahan yang sangat sederhana namun sangat khidmat. Setahun kemudian, mereka dikarunia seorang anak yang lucu.

Masih teringat jelas dalam ingatan ku, waktu itu aku ikut numpang makan malam ( maklum tanggal tua, hehehehe ....) di rumah kontrakan mereka yang sederhana namun asri. Sehabis makan, kami mengobrol di ruang tamu sekaligus ruang keluarga, sang teman bercerita bahwa ibu mertuanya sakit keras di kampung halamannya di jawa dan sang teman punya keinginan untuk mudik dan menjenguk sang mertua, apalagi semenjak pernikahan mereka, hampir dua tahun lalu memang belum pernah sekalipun mudik ke jawa, sang buah hati belum pernah bertemu dengan eyang nya. Namun, mereka dihadapkan pada dilema jika mereka naik kapal laut, maka otomatis waktu yang dibutuhkan akan sangat lama dan cuti mereka tidak cukup untuk perjalanan tersebut, sedangkan jika mereka naik pesawat maka tabungan mereka selama ini tidak mencukupi   .... ! Akhirnya kudengar kabar dari sang teman bahwa dia membatalkan niatnya untuk mudik, dan tabungan mereka berdua hanya ditransfer untuk keperluan berobat sang mertua. 

Saya juga teringat kisah seorang pegawai DJP yang bertugas di Samarinda, tetapi  keluarganya menetap di  Klaten Jawa Tengah. Dalam kisah yang diabadikan pada Buku “Berkah Modernisasi DJP” tersebut diceritakan bagaimana seorang ayah harus dihadapkan pada sebuah situasi yang sangat menyayat hati. Sang Anak terbaring lemah di rumah sakit, dan dia harus bertugas di tempat yang jauh. Keinginan untuk pulang sangat besar, tetapi kembali masalah biaya menjadi sebuah kendala. Singkat cerita akhirnya yang Maha Kuasa memanggil anak tersebut. Ayahnya yang bertugas di Samarinda akhirnya dapat pulang menjenguk sang anak, dengan bantuan biaya dari atasannya, tetapi karena perjalanan yang jauh Sang Ayah tidak dapat menghadiri pemakaman anaknya tercinta, yang dia dapati hanyalah sisa-sisa prosesi pemakaman, tenda di depan rumahnya pun belum dibongkar.

Ah, ... mungkin sudah terlalu banyak yang kutulis untuk postingan ini. Intinya aparat direktorat jenderal pajak bukanlah konglomerat yang memiliki segalanya, meskipun mereka hidup dengan kondisi yang lumayan mapan (untuk ukuran seorang PNS) tetapi seringkali masalah finansial tetap menjadi hal yang lumrah. Bahkan sebagian besar pegawai DJP masih berlangganan dengan yang namanya  Kredit Pegawai di Bank Mandiri atau BRI (hehehehe ......)

Memang DJP tidak menutup diri bahwa ada oknum nya yang “bermain nakal” dengan wajib pajak, namun yakinlah bahwa pajak yang anda bayarkan dan anda setorkan ke kas negara melalui mekanisme yang benar tidak akan bisa disalahgunakan oleh oknum pegawai pajak, sehingga gerakan "Boikot bayar pajak" yang saat ini sedang marak di facebook adalah sebuah gerakan yang sangat tidak beralasan, jika memang pencetusnya adalah seorang yang cinta akan bangsa nya seharusnya dia membuat gerakan "Bayar Pajak dengan Benar".  DJP saat ini sedang berbenah diri untuk menjadi sebuah institusi dengan layanan profesional, memang masih banyak kekurangan yang ada di sana-sini tetapi itu tidak menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi di DJP telah gagal seperti yang dikatakan oleh banyak media. 

Untuk membuktikannya silahkan anda datang sendiri ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat dan bandingkan pelayanan yang anda peroleh dengan institusi yang lain, ...... Saya yakin anda akan sepakat bahwa proses reformasi birokrasi di DJP sedang menuju ke arah yang benar, dan layaknya perjalanan yang lain, kerikil tajam akan selalu mewarnai. Tetapi yakinlah bahwa kerikil itu tidak akan mampu membelokkan arah perjalanan DJP ...

Coretan kecil ini mungkin tidak dapat mengimbangi pemberitaan media yang selalu menyorot kebobrokan DJP, tetapi paling tidak dapat menjadi sedikit pertimbangan bagi anda .....


Baca Selengkapnya - Pledoi Untuk DeJePe

02 Februari 2010

The Swan Lake

Postingan ini dibuat untuk membalas pesan dari beberapa teman di FB yang menanyakan tentang cerita “The Swan Lake” sehubungan dengan sebuah foto yang telah saya upload ….






Saya coba cerita dikit yah, mudah-mudahan nggak salah

The Swan Lake, sejatinya adalah sebuah kisah pertunjukan balet terkenal yang disadur oleh Tchaikovsky dari sebuah dongeng Jerman, tentang penyihir jahat yang suka mengubah gadis muda menjadi burung. Berdasarkan dongeng tersebut Tchaikovsky menggubah sebuah pertunjukan balet yang romantis dan penuh dengan tragedi.

Inti utama cerita berkisah tentang dua orang gadis, Odette dan Odille. Dua gadis ini memiliki wajah yang sangat mirip sehingga sulit untuk dibedakan.

Akibat disihir oleh Von Rothbart, sang Ratu Angsa Odette, hanya bisa berwujud manusia antara tengah malam sampai fajar. Kutukan ini hanya bisa berakhir kalau ada seorang laki-laki yang mau mengikrarkan janji cinta sejati abadi.

Adalah Pangeran Sigfried, yang dipaksa untuk segera menikah oleh ibunya. Sang Pangeran sebenarnya  jatuh cinta pada Odette. Tetapi, ia kena tipu daya Von Rothbart yang bertekad menikahkan putrinya  Odile dengan Sang Pangeran.

Pangeran Sigfried yang mengira Odile adalah Odette telah terlanjur bersumpah menikahi Odile. Pengkhianatan ini mengunci nasib Sang Ratu Angsa, tetapi dengan kebesaran hati Odette memaafkan Sigfried. Sepasang kekasih ini masih bisa mengelakkan diri dari penyihir jahat dengan menceburkan diri mereka ke danau. Tindakan cinta mengorbankan diri ini membebaskan Dara-dara Angsa dari kutukan, dan menghancurkan kekuatan sihir Von Rothbart selamanya.

Ada banyak versi mengenai akhir dari kisah cinta Sigfried dan Odette, ada kisah yang diakhiri dengan kisah sedih Pangeran Sigfried yang meratapi nasib Sang ratu Angsa, Ada pula versi dimana Sang Pangeran yang meninggal dan menyisakan Oddille dan Odette dengan penuh penyesalan meratapinya di tepi danau, dan ada pula versi yang diakhiri dengan kisah standar “Fairy Tale” dimana Sang Pangeran dan ratu Angsa hidup berbahagia selamanya di dunia nyata …… And They Live Happily Ever After

Apapun ending yang pernah anda baca atau anda saksikan, The Swan Lake tetaplah sebuah mahakarya besar berusia sekitar dua Abad ! Namun siapa sangka, sebuah karya sebesar ini ternyata lahir dari sebuah karya yang dianggap gagal oleh Tchaikovsky sendiri. Jadi jangan pernah menyerah karena kegagalan ……

Tetaplah Mencoba Karena Itu Adalah Tangga Pertama Dari Keberhasilan ….
Baca Selengkapnya - The Swan Lake

31 Januari 2010

Senja Di Desa Nelayan


Menanti senja yang terbenam di sebuah desa nelayan di pesisir utara kota Makassar ...

Semilir angin laut dan keramahan masyarakat menjadikan daerah ini sebuah surga bagi para landscaper dan pengejar HI !

Kamera : Nikon D50 Full InfraRed - Modified By Dibyo Gahari
Lensa : Nikon 18-55mm

 
Baca Selengkapnya - Senja Di Desa Nelayan

20 November 2009

Danau UNHAS dalam Infra Red

Mencoba bermain dengan sebuah "mainan" baru, ...
mengabadikan keindahan ciptaan-Nya melalui fotografi Infra Red

Semoga bisa dinikmati !!!!





 

 

 

Baca Selengkapnya - Danau UNHAS dalam Infra Red

10 November 2009

Heaven On My World ....

Lagi iseng nggak ada kerjaan, jadi teringat sama postingan megacule yang bercerita tentang gimana enaknya kalo hobi telah menjadi profesi, saat kita dibayar untuk melakukan sesuatu yang kita senangi, mungkin itulah definisi surga dunia jika dilihat dari sudut pandang profesi…..

Saya rasa setiap orang pasti akan sangat berbahagia jika mereka mampu menjadikan apa yang mereka senangi sebagai sebuah profesi, sebuah profesi yang benar-benar memberikan kemapanan dan kemampuan untuk dijadikan sebagai pegangan dana bekal dalam kehidupan. Terbayang saat kita bisa memperoleh bayaran [dalam jumlah besar] untuk suatu kegiatan yang akan kita lakukan dengan senang hati tanpa ada balas jasa sedikit pun, bahkan tidak jarang justru kita yang harus mengeluarkan biaya untuk sesuatu yang kita senangi. It’s a truly heaven on earth …… !

Untuk saya pribadi, mungkin surga dunia dalam konsep ideal seperti itu masih jauh dari harapan. Secara sederhana, hidup dalam surga dunia bagi saya adalah bagaimana sesuatu yang kita senangi mampu membawa kita lebih menikmati hidup, surga dunia adalah saat dimana hobi mampu membawa semangat dalam pekerjaan kita, saat dimana hobi menjadi pengingat kita untuk bisa bekerja lebih baik lagi, saat dimana hobi menjadi jalan bagi kita untuk bekerja lebih ikhlas ….

Nah, kalo kembali ke diri saya sendiri, beberapa tahun terakhir ini saya memiliki hobi jadi TUKANG FOTO (kalo FOTOGRAFER kan harus memenuhi beberapa persyaratan khusus, sedangkan saya cuman asal jepret aja, hehehehe). Meski dari hobi sebagai Tukang Foto itu tidak dapat dipungkiri kadang memberikan “Sedikit Rupiah” namun saya rasa belum bisa dijadikan tumpuan hidup, paling jadi sandaran hidup dikit-dikit, hehehehehe. Paling tidak hobi saya udah mampu menghidupi dirinya sendiri, tidak mengganggu jatah susu buat anak-anak. Sebenarnya kalo dipikir-pikir, rejeki dari hobi sebagai Tukang Foto memiliki jumlah yang lumayan jika dibandingkan secara proporsional dengan gaji sebagai seorang PeEnEs, tetapi kembali lagi ke masalah kontinuitas, hobi ini belum memberikan kontinuitas yang dibutuhkan untuk dijadikan sumber penghidupan buat saya.

Untuk mencapai “Surga Dunia” seperti yang telah didefinisikan  di atas mungkin saya tetap harus menjadikan Neraca dan Laporan Rugi Laba  serta deretan angka-angka lain, sebagai bagian dari hobi. Dengan kata lain, berusaha menjadikan pekerjaan sebagai hobi. Mungkin bagi sebagian orang hal  tersebut terdengar sangat klise, namun bukankah kehidupan memang sebuah klise, yang membutuhkan pengolahan dan proses lebih lanjut untuk menjadi indah dan penuh warna ?



Baca Selengkapnya - Heaven On My World ....
deedzTOGRAPHY © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute