05 November 2009

Bermain Kembali Dengan Paotere

Saat diriku teringat akan semilir angin laut di senja hari, entah kenapa yang selalu terlintas adalah Pelabuhan Rakyat Paotere, heran juga sih, kenapa bukan Pantai Losari atau Pantai Akkarena yang lebih keren.

Entahlah, yang pasti hati tak akan pernah bisa berdusta saat dia berkata. Semilir angin laut yang menghembus di Paotere, ditambah canda tawa anak kecil yang memancing dan berenang di antara perahu phinisi yang bersandar seakan jadi hiburan tersendiri untuk dunia ku.

Sore itu kembali kunikmati senja di Paotere, untuk memberi warna dalam rutinitas hidup yang semakin padat dan monoton. Foto-fotonya sengaja disusun dengan saturasi dan komposisi warna yang kuat dan cenderung over, sebagai cerminan harapan dan doa demi dunia yang lebih indah ....



 
 
 


ahhh,....  tak terasa sudah senja ! para pemancing ikan telah kembali ke pantai, waktunya untuk pulang












Baca Selengkapnya - Bermain Kembali Dengan Paotere

11 Oktober 2009

Exposure dan Sekelumit Tentangnya ...

Peringatan : Apa yang akan anda baca dalam postingan berikut ini adalah hasil dari engalaman yang belum pernah dibuktikan secara ilmiah, jadi kalo benar ya sukur, kalo nggak ya nasib ….. :)

Banyak orang yang mengeluhkan bahwa exposure a.k.a pencahayaan adalah salah satu hal yang paling sulit dikuasai dalam fotografi. Padahal, sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang tidak perlu dipersulit. Untuk memperoleh Eksposure yang tepat, sebenarnya tinggal melihat gambar pada LCD kamera, kalo kurang tinggal ditambah, kalo lebih ya dikurangin …. Just as simple is that …..

Satu hal yang perlu diingat adalah untuk selalu mencoba bereksperimen dalam berbagai kondisi, sehingga seperti halnya bemain musik, lama kelamaan “feel” nya akan dapat ….

Terkait dengan exposure ini, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi …


1. Manual Mode ato Auto Mode ?
Di era digital saat ini, tidak sulit untuk menemukan orang menenteng kamera DSLR. Tetapi, satu hal yang sering jadi phobia tersendiri bagi pengguna DSLR pemula adalah mereka takut dicap “Tidak Jago” jika menggunakan kamera pada mode AUTO. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar (paling tidak menurut saya).
Dalam memotret, saya yang notabene adalah pemula lebih banyak menggunakan mode “PROGRAM AUTO” biasa disingkat sebagai “P” dalam Tombol Exposure Selector. Kenapa saya menggunakan mode tersebut ? jawabannya singkat, karena saya tidak mau dipusingkan lagi dengan perhitungan aperture dan shutter speed yang tepat, saya persilahkan kamera yang melakukan hal tersebut. Jika saya ingin merubah shutter speed atau aperture, maka secara otomatis kamera akan memberikan kombinasi aperture dan shutter speed yang memberikan exposure yang sama (Nikon menyebut fitur ini dengan nama Program Shift). Mudah bukan ?


Jika hasil yang diperoleh masih terlalu gelap atau terlalu terang, maka silahkan merubah exposure compensation pada kamera anda, naik atau turun ….
Saya hanya menggunakan mode “MANUAL” pada saat kondisi-kondisi tertentu yang memang menuntut kombinasi shutter speed dan aperture yang khusus.

2. Metering Apa Yang Digunakan ?
Metering adalah salah satu faktor kunci dalam penetuan exposure, khususnya pada mode “PROGRAM AUTO”. Saya selalu menggunakan Matrix Metering, karena sistem pengukuran pencahayaan dalam metode MATRIX menggunakan seluruh sensor yang ada, sehingga akan diperoleh pecahayaan atau exposure yang tepat. Sehingga anda dapat lebih berfokus kepada sesuatu yang lebih penting, misalnya mengatur komposisi dari sebuah foto.
Dalam buku manual yang diberikan oleh Nikon, tidak dianjurkan menggunakan MATRIX Metering plus penggunaan fasilitas Exposure Compensation, tetapi saya selalu menggunakan kedua hal tersebut bersamaan dan hasilnya tetap mampu memuaskan diri saya pribadi. Hehehehe …

Sekian dulu postingan kali ini, intinya adalah fotografi adalah sebuah seni. Tidak ada aturan baku yang mengatur semuanya, jika menurut anda hasilnya bagus, settingan itu adalah benar ….

Just Keep Shooting and,
Happy Hunting …..

Baca Selengkapnya - Exposure dan Sekelumit Tentangnya ...

10 Oktober 2009

Dunia Kecil

Mencoba mengagumi ciptaan-Nya dari perspektif yang lebih kecil ........


Baca Selengkapnya - Dunia Kecil

03 September 2009

Artikel Ku Terpilih ....

Horeee, ……

Kemarin lagi iseng-iseng buka portal angingmammiri, ternyata pengumuman KSFS udah ada. Setelah meneliti daftar artikel yang terpilih, ternyata punya ku juga masuk. Perasaan jadi senang banget ……


Tetapi setelah dipikir lebih lanjut, timbul pertanyaan “Kok bisa yach ?” soalnya kalo ditinjau dari sisi tata bahasa kan nggak ada bagus-bagusnya, tidak memenuhi kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar. Mungkin pesertanya dikit kali yach jadi artikel ku bisa kepilih [heheheheheh ……]

Apapun alasan dari panitia dan editor yang telah memilih artikel ku masuk salah satu nominasi untuk diterbitkan dalam KSFS, saya tetap mengucapkan banyak terima kasih.

Buat saya pribadi, hal yang terpenting dari artikel tersebut adalah saya bisa berbagi cerita tentang suatu rentetan peristiwa yang mungkin merupakan suatu kejadian paling luar biasa dalam kehidupan ini. Setiap orang mungkin memiliki kisah cinta yang unik dan luar biasa, namun hanya sedikit yang berkesempatan membagi kisah tersebut dengan orang lain.

Sekali lagi terima kasih buat Panitia dan editor KSFS yang telah memberikan sebuah kesempatan bagi saya untuk berbagi dan mengabadikan sebuah momen “bersejarah” dalam kehidupan ini.

Viva Blogger Makassar........

Baca Selengkapnya - Artikel Ku Terpilih ....

30 Agustus 2009

Bunaken Beauty

Bunaken, ....

Surga wisata bawah laut yang sudah mendunia. Terletak kurang lebih 7-8 km disebelah barat kota Manado, yang dapat ditempuh selama 45 menit menggunakan speedboat.


Pantai Bunaken memberikan sensasi tersendiri dengan keindahan dan keramahan penduduknya ...


... sayang saya nggak punya underwater camera ! hihihhii




Baca Selengkapnya - Bunaken Beauty

22 Juli 2009

Sun is Rising @ Gran Puri

Hari pertama di kota Manado, terasa sinar mentari mengetuk jendela !
Kuambil kamera dan mencoba mengabadikan keagungan-Nya yang terlukis sempurna dalam ciptaan-Nya ...




Baca Selengkapnya - Sun is Rising @ Gran Puri

Napak Tilas Manado

…. Empat tahun lalu, kutinggalkan kota ini. Kota yang menorehkan banyak kenangan dalam catatan kehidupan ku, kota yang mengajarkan aku cara menjadi seseorang yang mandiri. Bahkan di kota ini ketemukan pelita hati yang kini menjadi pengiring jalan dalam menempuh langkah hidup ….

Kini empat tahun telah berlalu, putaran roda kehidupan kembali membawa ku ke kota Manado. Perjalanan ke Manado dimulai dengan sebuah perjalanan menegangkan. Pesawat Garuda dengan flight number GA 602 terbang meninggalkan bandara Sultan Hasanuddin tepat pukul 11.30 WITA, melalui pengeras suara sang pilot menyapa para penumpang dengan memberikan detil perjalanan. Dengan nada datar, sang pilot mengatakan bahwa perjalanan kali ini akan diwarnai dengan beberapa guncangan kecil karena cuaca yang sedikit berawan.

Kutengok jam yang melingkar di pergelangan tangan, waktu menunjukkan pukul 12.30, sesuai perhitungan maka perlahan kupersiapkan diri untuk pendaratan. Seiring dengan seatbelt yang sudah kukencangkan, terdengar suara sang pilot yang menginformasikan bahwa cuaca di Manado tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan karena jarak pandang yang sangat terbatas sehingga pesawat akan berputar sebentar di udara untuk menunggu cuaca membaik.

Dalam masa penantian tersebut, turbulensi bergantian menghantam pesawat. Guncangan kecil yang tadi di informasikan sang pilot ternyata adalah guncangan yang cukup mendebarkan jantung. Tiga puluh menit berlalu, selama itu pesawat terasa hening. Mungkin semua penumpang khusyuk dalam doa memohon keselamatan. Dari balik jendela terlihat awan hitam masih menggelayut di langit manado, sehingga sang pilot memutuskan bahwa pesawat akan Return To Base ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Selama perjalanan kembali ke Makassar, pesawat kembali diguncang dengan “sedikit” guncangan yang terasa semakin “biasa”. Akirnya tepat pukul 14.30 WITA pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Sultan Hasanuddin. Ingin rasanya mencium tanah nya pertanda kegembiraan (hehehehe lebay ….)

Tiga puluh menit refueling dan menunggu laporan cuaca dari Manado, pesawat kembali mengangkasa. Kali ini perjalanan terasa lebih menyenangkan. Cuaca tampaknya telah lelah menguji kami, dan perjalanan Makassar – Manado akhirnya dapat diselesaikan dengan mulus. Kulirik kembali jam tanganku, waktu menunjukkan pukul 04.30 WITA saat aku melangkahkan kaki meninggalkan garbarata yang membawa kami keluar dari pesawat.

… Akhirnya aku kembali lagi ke kota ini, terasa belum banyak yang berubah !!!!

Baca Selengkapnya - Napak Tilas Manado
deedzTOGRAPHY © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute