11 Oktober 2009

Exposure dan Sekelumit Tentangnya ...

Peringatan : Apa yang akan anda baca dalam postingan berikut ini adalah hasil dari engalaman yang belum pernah dibuktikan secara ilmiah, jadi kalo benar ya sukur, kalo nggak ya nasib ….. :)

Banyak orang yang mengeluhkan bahwa exposure a.k.a pencahayaan adalah salah satu hal yang paling sulit dikuasai dalam fotografi. Padahal, sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang tidak perlu dipersulit. Untuk memperoleh Eksposure yang tepat, sebenarnya tinggal melihat gambar pada LCD kamera, kalo kurang tinggal ditambah, kalo lebih ya dikurangin …. Just as simple is that …..

Satu hal yang perlu diingat adalah untuk selalu mencoba bereksperimen dalam berbagai kondisi, sehingga seperti halnya bemain musik, lama kelamaan “feel” nya akan dapat ….

Terkait dengan exposure ini, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi …


1. Manual Mode ato Auto Mode ?
Di era digital saat ini, tidak sulit untuk menemukan orang menenteng kamera DSLR. Tetapi, satu hal yang sering jadi phobia tersendiri bagi pengguna DSLR pemula adalah mereka takut dicap “Tidak Jago” jika menggunakan kamera pada mode AUTO. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar (paling tidak menurut saya).
Dalam memotret, saya yang notabene adalah pemula lebih banyak menggunakan mode “PROGRAM AUTO” biasa disingkat sebagai “P” dalam Tombol Exposure Selector. Kenapa saya menggunakan mode tersebut ? jawabannya singkat, karena saya tidak mau dipusingkan lagi dengan perhitungan aperture dan shutter speed yang tepat, saya persilahkan kamera yang melakukan hal tersebut. Jika saya ingin merubah shutter speed atau aperture, maka secara otomatis kamera akan memberikan kombinasi aperture dan shutter speed yang memberikan exposure yang sama (Nikon menyebut fitur ini dengan nama Program Shift). Mudah bukan ?


Jika hasil yang diperoleh masih terlalu gelap atau terlalu terang, maka silahkan merubah exposure compensation pada kamera anda, naik atau turun ….
Saya hanya menggunakan mode “MANUAL” pada saat kondisi-kondisi tertentu yang memang menuntut kombinasi shutter speed dan aperture yang khusus.

2. Metering Apa Yang Digunakan ?
Metering adalah salah satu faktor kunci dalam penetuan exposure, khususnya pada mode “PROGRAM AUTO”. Saya selalu menggunakan Matrix Metering, karena sistem pengukuran pencahayaan dalam metode MATRIX menggunakan seluruh sensor yang ada, sehingga akan diperoleh pecahayaan atau exposure yang tepat. Sehingga anda dapat lebih berfokus kepada sesuatu yang lebih penting, misalnya mengatur komposisi dari sebuah foto.
Dalam buku manual yang diberikan oleh Nikon, tidak dianjurkan menggunakan MATRIX Metering plus penggunaan fasilitas Exposure Compensation, tetapi saya selalu menggunakan kedua hal tersebut bersamaan dan hasilnya tetap mampu memuaskan diri saya pribadi. Hehehehe …

Sekian dulu postingan kali ini, intinya adalah fotografi adalah sebuah seni. Tidak ada aturan baku yang mengatur semuanya, jika menurut anda hasilnya bagus, settingan itu adalah benar ….

Just Keep Shooting and,
Happy Hunting …..

2 komentar:

Ria mengatakan...

wahhh kita beda aliran...aku canon dirimu nikon...hahahahaha...nice post ;)

deedz mengatakan...

@ ria : hihihii,gak bisa tukar2an lensa donk !

Poskan Komentar

deedzTOGRAPHY © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute